Cara Mengetahui Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya

Cara Mencegah dan Mengetahui Kanker Payudara. Kanker payudara menjadi penyebab kematian terbesar di dunia khusunya pada wanita. Semakin bertambahnya usia, makin besar pula risiko seorang perempuan terkena kanker. Sebagian besar penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena kanker payudaara tidak bergejala.

Kanker Payudara Pada Wanita

Cara Mencegah dan Mengetahui Kanker Payudara

Berikut kiat dan cara mencegah kanker payudara, penyakit yang jadi momok kaum wanita :

1. Aktif bergerak

Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari.

2. Kurangi berat badan

Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.

3. Cukupi kebutuhan vitamin D

Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.

4. Batasi alkohol

Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.

5. Perhatikan gejalanya

Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.

6. Lakukan deteksi dini

Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter.

Periksa Kanker Payudara

Periksa Kanker Payudara

Dengan cara mencegah dan mengetahui kanker payudara diatas, semoga bisa menjadi pengetahuan kita tentang penyakit mematikan kanker payudara khususnya pada wanita.

»»  READMORE...

Bahaya Kanker Payudara, 1 dari 8 Wanita Beresiko Kanker Payudara

Bahaya kanker payudara yang menyerang kaum perempuan disinyalir meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan dinyatakan 1 dari 8 perempuan di Indonesia beresiko terkena kanker payudara. Pola hidup yang kurang baik dan tingginya tingkat polutan lingkungan serta maraknya makanan yang mengandung bahan pengawet disinyalir mengambil bagian sebagai penyebab munculnya ancaman kanker payudara.
kanker payudara, kanker, payudara, penyakit kanker payudara, kesehatan payudara, gejala kanker payudara, stadium 1, stadium, 2, stadium 3, stadium 4, wanita, pria

Bahkan menurut dokter usia penderita kanker payudara kini tak lagi di kisaran usia 35 hingga 50 tahun, namun meningkat menjadi usia 20 tahun.
Patokan terjadinya kanker antara lain :
1. Perdarahan / keluar lendir yang tak wajar dari dalam tubuh.
2. Alat pencernaan terganggu / sukar menelan.
3. Tumor pada buah dada / tempat lain.
4. Obstipasi.
5. Koreng tak sembuh - sembuh.
6. Andeng - andeng / tahi lalat membersar dan menghitam.
7. Suara serak / batuk tak sembuh - sembuh.

Oleh karena itu diharapkan para perempuan Indonesia melakukan sadari yakni melakukan melakukan pemerikasaan payudara sendiri untuk mengetahui sendiri ada tidaknya kelainan pada payudara setiap bulan sehingga resiko kanker payudara dapat ditekan seminimal mungkin.

»»  READMORE...

Kangker Payu dara, Ibu Menyusui Bebas Kanker Payudara

AIR susu ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik bagi bayi. Ter-nyata, ASI tak hanya baik bagi kecerdasan otak anak, me-nyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu.Ibu menyusui dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara sebesar 10-15 persen. Pupuk kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh. Ketika masa hamil dan mcnyusui, muncul hormon progesterone.

"Nah, hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan," kata Ketua Tim Kerja Kanker Payudara RS Kanker Dharmais dr Samuel J. Haryono, SpBK. Onk.

kanker payudara, kanker, payudara, penyakit kanker payudara, kesehatan payudara, gejala kanker payudara, stadium 1, stadium, 2, stadium 3, stadium 4, wanita, pria

Jika sang ibu menyusui setelah melahirkan, maka dalam jangka waktu 27 bulan, hormon cstrogennya tidak lagi dominan dalam tubuh sehingga risiko ibu terkena kanker payudara berkurang.Hal ini diamini dr Dradjat R Suardi. Menurut dia, meskipun pupuk kanker berasal dari hormon estrogen, tidak berarti kaum pria terhindar dari risiko kanker payudara.

Dalam tubuh pria juga terdapat hormon estrogen, meskipun kadarnya tak sebanyak yang terkandung dalam tubuh wanita."Laki-laki itu juga punya kelenjar payudara, hanya saja tidak berkembang seperti perempuan. Walaupun tidak banyak, tetapi laki-laki bisa juga terkena," ujar Drajat.

Dia menambahkan, saat ini banyak ibu muda yang (idak mau mcnyusui karena takut payudaranya akan kendor. Padahal dengan menyusul, bisa menyelamatkan ibu dari kanker payudara.

"Dengan memberikan ASI kepada bayi, tentunya kan terjadi produksi hormon yang akan menyeimbangkan hormon estrogen. Untuk para ibu jangan khawatir payudaranya menjadi kendor. Lebih baik kendor ketimbang terkena kanker," pungkasnya. NOV

»»  READMORE...

Payu dara, Bahaya Kanker Payudara Pada Wanita

Membaca postingannya Bocah dan dari Detikhot tentang Alyssa Soebandono Raba Payudara Setiap Mandi, jadi kepikiran (jangan negatif dulu …) untuk membuat postingan tentang pentingnya SADARI , yaitu Pemeriksaan Payudara Sendiri. Kenapa harus diperiksa….caranya bagimana?, Cirinya bagaimana ?

Berhubung ini tulisan ringan saja maka yang terpenting di sini adalah kewaspadaan kita terhadap bahaya kanker payudara. Terbukti dari fakta bahwa di dunia kanker payudara masih menjadi penyebab kematian kedua terbanyak setelah kanker paru. Bagaimana di Indonesia? Jumlah pasien kanker payudara menduduki urutan kedua setelah penderita kanker serviks (mulut rahim).

kanker payudara, kanker, payudara, penyakit kanker payudara, kesehatan payudara, gejala kanker payudara, stadium 1, stadium, 2, stadium 3, stadium 4, wanita, pria

Dari fakta ini memang harus ada deteksi dini..ya salah satunya dengan SADARI. Memang masih ada pro dan kontra seberapa besar manfaat SADARI ini. Ada penelitian mengatakan SADARI tidak terbukti memperbaiki harapan hidup dari kanker payudara. Yang jelas dokter harus memberikan keterangan tentang keterbatasan pemeriksaan ini karena hanya dilakukan secara manual .

Apa saja yang diamati dari payudara?

Gejala yang diamati pada umumnya ada tiga hal. Yaitu adanya benjolan , adanya perubahan kulit payudara, dan adanya kelainan puting susunya. Dari benjolan dibedakan antara lain ukuran ,kecepatan pertambahan besar, konsistensi, lepas dari dasar atau tidak, dan lokasinya. Kulit ini secara gampang adanya perubahan sisik, memerah atau tidak, dan bengkak. Perubahan puting susu yang dilihat seperti keluarnya cairan, bentuk puting susu masuk ke dalam seperti lekukan pada jeruk

Jadi perubahan-perubahn ini yang harus diamati. Bila ada perubahan, segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan dilakukan SADARI?

Biasanya dilakukan sebulan satu kali, yaitu pada saat 7-10 hari sesudah menstruasi atau haid. Pada saat itu payudara dalam keadaan lunak karena pengaruh hormonal.

Caranya seperti apa?

Ada gambarnya sebetulnya . Tapi..mungkin pada bahasan yang lebih lengkap bisa ditampilkan. Prinsipnya mengenali tiap lekuk payudara. Bisa dilakukan berdiri atau berbaring dengan posisi tangan diangkat ke atas. Salah satu caranya yaitu jari menyusuri payudara seperti lingkaran obat nyamuk (seperti spiral ) .

Sudah dulu ya…soalnya masih sedang jaga UGD RS Pertamina Balikpapan. Memanfaatkan waktu luang sambil menulis ini. Semoga bermanfaat dan cegah kanker payudara dengan deteksi dini melalui SADARI .
»»  READMORE...

Kanker Payu dara, Bahaya Kanker Payudara+Cara Pencegahannya

Kanker merupakan buah dari perubahan sel yang mengalami pertumbuhan tidak normal dan tidak terkontrol. Peningkatan jumlah sel tak normal ini umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker. Tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas, sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Tumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang menyerupai kantong, sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh penderita.

Lewat aliran darah maupun sistem getah bening, sering sel-sel tumor dan racun yang dihasilkannya keluar dari kumpulannya dan menyebar ke bagian lain tubuh. Sel-sel yang menyebar ini kemudian akan tumbuh berkembang di tempat baru, yang akhirnya membentuk segerombolan sel tumor ganas atau kanker baru. Proses ini disebut metastasis.
kanker payudara, kanker, payudara, penyakit kanker payudara, kesehatan payudara, gejala kanker payudara, stadium 1, stadium, 2, stadium 3, stadium 4, wanita, pria

Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian.

Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam menyerang penderitanya. Kedanasan kanker ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel nomal isekitarnya, terutama sel-sel yang lemah. Sel kanker ajan tumbuh pesat sekali, sehingga payudara penderita akan membesar tidak seprti biasanya.

Sambil menyerang sel-sel normal disekitarnya, kanker juga memproduksi racun dan melepas sel-sel kanker dari induknya yang pecah. Racun dan sel-sel kanker itu akan menyebar bersama aliran darah. Karenanya kerap kita mendapati kanker yang tumbuh di tempat lain sebagai hasil metastasisnya. Pada kanker yang parah seringkali terjadi pendarahan

Di Indonesia jumlah penderita kanker payudara menduduki tingkat kedua setelah kanker mulut rahim.

Mengapa seseorang terkena kanker, jawabnya TIDAK TAHU

Tetapi secara medis bisa dikatakan bahwa seseorang berpeluang terkena kanker karena karsinogen, daya tahan tubuh dan aspek psikis.

Sel kanker itu terus menerus berkembang dan tidak bisa mati.
Sel kanker itu tidak bisa kembali normal (irreversible).
Cara pengobatannya : dengan pembedahan, penyinaran, dan terapi kimia.
Peluang sembuh dari sakit kanker relatif amatlah kecil.

Gejala-gejala yang Menandakan Adanya Serangan Kanker
yang umum dapat dilihat dan dirasakan:
1. Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan
2. Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah
3. Timbul benjolan kecil dibawah ketiak
4. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu
5. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
6. Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertekan ke dalam

Kanker sebagai Sel yang Abnormal

Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak beraturan. Sel-sel tersebut merupakan hasil mutasi gen dengan perubahan-perubahan bentuk, ukuran maupun fungsinya, sebagaimana sel-sel tubuh kita yang asli.

Mutasi gen ini dipicu oleh keberadaan suatu bahan asing yang masuk ke dalam tubuh kita, diantaranya pengawet makanan, vetsin, radioaktif, oksidan, atau karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh sendiri secara alamiah. Tetapi yang terakhir ini sangat jarang terjadi karena secara alamiah tubuh kita mampu menetralkan zat karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh.

Bersama aliran darah dan aliran getah bening, sel-sel kanker dan racun-racun yang dihasilkannya dapat menyebar ke seluruh tubuh kita seperti tulang, paru-paru, dan liver tanpa disadari oleh penderita. Karenanya tidak mengherankan jika pada penderita kanker payudara ditemukan benjolan di ketiak atau benjolan kelenjar getah bening lainnya. Bahkan muncul pula kanker pada liver dan paru-paru sebagai kanker metastasisnya. Penderita sering batuk yang tak kunjung sembuh atau sesak napas yang berkepanjangan.

Ketika kita dinyatakan oleh dokter positif terkena kanker, reaksi yang pertama kali muncul adalah rasa takut yang luar biasa dan putus asa, apalagi jika kanker tersebut sudah masuk dalam stadium lanjut. Sebaiknya rasa takut yang berlebihan ini harus dihindari, karena rasa takut ini dapat melemahkan kita secara psikis yang akhirnya dapat menurunkan kekebalan tubuh atau daya immunitas yang secara alamiah ada dalam tubuh. Sikap pasrah dan mulai memahami kanker berikut cara pengobatan yang ingin dilakukan, akan sangat membantu dalam penanganan penyakit kanker ini.

Pencegahan
Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:
1. Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama
2. HIndari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol
3. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan
4. Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya
5. Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara
6. Lakukan olahraga secara teratur
7. Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi
8. Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditasi
9. Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari

Rasa Nyeri luar biasa pada penyakit kanker yang berkepanjangan merupakan salah satu penderitaan yang harus ditanggung oleh penderita penyakit kanker. Penanganan rasa nyeri ini, dalam dunia kedokteran modern ternyata merupakan salah satu masalah yang paling sulit diatasi. Dari pengamatan, kesulitan penanganan masalah rasa nyeri tersebut disebabkan oleh adanya faktor subyektif dan psikologis. Disamping itu sebagian obat yang digunakan untuk menanggulangi nyeri dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat itu dan memicu penyakit aterogenik.

Yang paling beresiko terserang penyakit kanker payudara, yaitu:
1. Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara
2. Mendapat haid pertama pada usia sangat muda, atau terlambat mengalami manepause
3. Tidak pernah menyusi anak
4. Kegemukan
5. Tidak pernah melahirkan anak
6. Pernah mendapat terapi hormon
7. Pernah mendapat radiasi pada payudara

Hasil studi, menemukan adanya sedikit penurunan resiko serangan kanker payudara pada wanita pre-menopause yang paling lama menyusui anaknya.

Bahan-bahan yang Diduga Pemicu Kanker.
Pemicu kanker pada dasarnya BELUM DIKETAHUI secara pasti, namun terdapat bahan-bahan yang diduga sebagai pemicu kanker. Bahan-bahan yang dimaksud disebut karsinogenik.

Bahan-bahan yang masuk dalam kelompok karsinogen yaitu:
1. Senayawa kimia, seperti aflatoxin B1, ethionine, saccarin, asbestos, nikel, chrom, arsen, arang, tarr, asap rokok, dan oral kontrasepsi.
2. Faktor fisik, seperti radiasi matahari, sinar -x, nuklir, dan radionukleide.
3. Virus, seperti RNA virus (fam. retrovirus), DNA virus (papiloma virus, adeno virus, herpes virus), EB virus
4. Iritasi kronis dan inflamasi kronis dapat berkembang menjadi kanker
5. Kelemahan genetik sel-sel pada tubuh, sehingga memudahkan munculnya kanker.


Stadium Kanker Payudara
Pada kanker payudara ada stadium dini (0, 1 dan 2) serta stadium lanjut (3 dan 4). Stadium 0 berarti sel kanker ada pada lapisan kelenjar susu atau saluransusu tetapi belum menyebar ke jaringan lemak sekitarnya. Pada stadium 1 dan 2, kanker telah menyebar dari kelenjar susu atau saluran susu ke jaringan terdekat disekitarnya. Pada stadium 2 kadang-kadang kanker telah mulai mengganggu kelenjar getah bening. Stadium 3 boleh dibilang kanker payudara dalam stadium lanjut lokal, dimana garis tengah tumor telah lebih dari dua inci dan seringkali telah menyebar ke kelenjar getah bening dekat payudara. Pada stadium 4 kanker telah bermetastasis, artinya kanker telah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak, ke bagian lain tubuh seperti tulang, hati, paru dan otak.

Kanker pada payudara itu bisa membengkak dan pecah, kalau sudah begini bau busuk dan anyir akan keluar dari buah dada. Keluhan lain adalah sesak nafas karena kanker menekan paru-paru.
Larangan atau Pantangan Penderita Kanker Payudara.

Jika kita sudah terserang kanker payudara, kita harus menghindari atau mengurangi asupan konsumsi beberapa jenis makanan. Karena ada kalanya makanan atau minuman tertentu akan memacu pertumbuhan sel abnormal, termasuk kanker payudara. Ada diantaranya yang mengandung zat tumbuh yang jika diasup akan merangsang pembesaran kanker. Ada pula yang mengandung karsinogenik akibat proses pengawetan. Dan ada pula yang jika dikonsumsi akan mengurangi efek kerja obat dalam tubuh.

Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk menghindari atau dikurangi konsumsinya:
1. Tauge
2. Vetsin
3. Tape
4. Es
5. Cabai
6. Kurangi garam
7. Lengkeng
8. Alkohol
9. Nenas
10. Sawi putih
11. Daging merah
12. Rokok
13. Nangka
14. Durian
15. Soft drink
16. Kangkung
17. Ikan asin

Anjuran dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara.
Terdapat beberapa bahan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Konsumsinya boleh hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan. Jika kita sedang terserang kanker payudara, dianjurkan untuk meminum jus bahan-bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari.
1. Wortel
2. Lobak
3. Pisang raja
4. Belimbing manis
5. Seledri
6. Brokoli
7. Kubis
8. Apel
9. Bawang putih

Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari.

Aneka Sayuran Hijau Pencegah Kanker:
1. Buncis
2. Daun singkong
3. Kacang panjang
4. Daun pepaya
»»  READMORE...

Kanker Payudara Pengertian dan Definisi

Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

Selain itu, kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia


»»  READMORE...

Video Tentang Kanker Payudara Stadium 3

Video ini menceritakan tentang seorang Pasien yang berusia 38 tahun, meninggal dunia setelah dua tahun melakukan operasi. Pasien pada saat itu didiagnos kanker payudara stadium 3A. Setelah pasien dioperasi, dikemoterapi dan melakukan radioterapi, kondisi semakin malah memburuk.


»»  READMORE...

Cegah Kanker Payudara dengan Minyak Ikan

MINYAK Ikan bisa membantu melindungi perempuan dari kanker payudara. Para peneliti mengklaim, perempuan yang menggunakan suplemen minyak ikan berisiko 32 persen lebih kecil mengalami tumor payudara.

Minyak ikan telah lama dinyatakan baik bagi kesehatan, termasuk menguatkan daya otak. Akan tetapi, studi dengan 35.000 partisipan perempuan ini merupakan studi pertama yang menghubungkan minyak ikan dengan kemungkinan penurunan kasus kanker payudara.
Minyak Ikan Cegah Kanker Payudara
Kandungan asam lemak omega-3 dalam suplemen ini, terang peneliti dari Fred Hutchinson Cancer Research Centre di Seattle, bisa mengurangi risiko mengalami bentuk kankar payudara paling umum, yaitu kanker payudara invasif duktal (invasive ductal breast cancer).

Tipe tumor ini, yang tumbuh di sel-sel yang melapisi pembuluh payudara, merupakan pemicu 80 persen dari 45.000 kasus kanker payudara yang terdiagnosis di Inggris tiap tahunnya.

"Kemungkinan jumlah asam lemak omega-3 dalam suplemen minyak ikan lebih tinggi dibandingkan jumlah yang bisa didapatkan orang dari makanan," tutur pemimpin studi Dr Emily White, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Kamis (8/7).

Akan tetapi, lanjut dia, belum bisa diambil kesimpulan sebelum studi-studi lain mengungkap hasil yang sama. Hal senada juga diungkapkan Edward Giovannucci dari Harvard School of Public Health."Sangat jarang satu studi tunggal dijadikan dasar untuk membuat anjuran luas."

Sumber: mediaindonesia.com
»»  READMORE...

Jenis Penyakit Kanker Payudara dan Cara Pengobatan

  • Type Penyakit Kanker Payudara


  • Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :

    Tipe Kanker Payudara

    Kanker payudara non invasive,
    kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut 'ductal carcinoma in situ' (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.

    Kanker payudara invasive,
    kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah.


    Pengobatan Kanker Payudara

    Dalam melakukan pengobatan kanker payudara, biasanya dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain:

    1. Stadium kanker

    2. O - Disebut kanker payudara non invasif. Ada 2 tipe, yaitu DCIS (ductal carcinoma in situ) dan LCIS(lobular carcinoma in situ)
      I - Kanker invasif kecil (ukuran tumor lebih kecil dari 2 cm dan tidak menyerang kelenjar getah bening)
      II - Kanker invasif (ukuran tumor 2-5 cm dan sudah menyerang kelenjar getah bening)
      III - Kanker invasif besar (ukuran tumor > 5 cm dan benjolan sudah menonjol ke permukaan kulit, pecah ataupun berdarah/bernanah
      IV - Sel kanker sudah bermetastesis/menyebar ke organ lain seperti paru-paru, liver, tulang ataupun otak

    3. Grade kanker

    4. Peringkatnya adalah G1, G2 & G3. Grade 3 adalah peringkat yang paling agresif dan hasil kesembuhannya paling buruk.
    5. Keadaan reseptor estrogen (Estrogen Receptor-ER)

    6. Jika ER positif, sel-sel kanker dapat merespon terapi hormon seperti tamoxifen.
    7. Kondisi spesifik terkait pasien, seperti:

    8. - Umur pasien dan kondisi kesehatan secara umum
      - Sudah menopause atau belum

    Tujuan utama pengobatan kanker pada tahap awal (primer) adalah untuk mengangkat tumor dan membersihkan jaringan disekitar tumor. Terapi radiasi dapat dilakukan dalam keadaan tertentu.

    PEMBEDAHAN

    Secara umum semakin kecil tumor biasanya dokter akan menganjurkan untuk operasi.

    Jenis-jenis pembedahan:
    • Lumpectomy ( Operasi pengangkatan tumor dan jaringan yang di sekitarnya). Untuk DCIS dan kanker invasif, biasanya dilanjutkan dengan terapi radiasi
    • Total mastectomy (operasi pengangkatan seluruh payudara), tetapi tidak termasuk kelenjar getah bening dibawah ketiak


    Breast reconstruction (payudara buatan) dapat dipertimbangkan bagi para wanita yang menjalani total mastectomy.

    TERAPI AJUVAN DAN NEO-AJUVAN Tahapan berikutnya dalam menangani kanker bertujuan untuk mengurangi resiko kanker kambuh ataupun menyebar. Perlu dipahami bahwa bahkan dalam tahap awalpun kanker payudara dapat menyebar. Biasanya dokter akan merekomendasikan terapi tambahan. Disebut terapi ajuvan bila dilakukan pasca-operasi dan disebut terapi neo-ajuvan bila dilakukan sebelum operasi.

    Kebanyakan terapi ajuvan bersifat sistemik, yaitu bekerja melalui aliran darah untuk mencapai sel-sel kanker di seluruh tubuh. Terapi ajuvan untuk kanker payudara dapat meliputi kemoterapi, terapi hormon, targeted therapy dengan obat trastuzumab (Herceptin ®), radioterapi, atau kombinasi diatas.

    KEMOTERAPI AJUVAN
    Penelitian telah menunjukkan bahwa ajuvan kemoterapi untuk tahap awal kanker payudara membantu untuk mencegah kanker dari kembali. Biasanya, lebih dari satu obat diberikan selama kemoterapi ajuvan (disebut kombinasi kemoterapi). Contohnya, antara lain:
    - CMF ( cyclophosphamide, methotrexate, dan 5-FU )
    - FAC ( 5-Fu, Doxorubicin, cyclophosmide )
    - TAC ( docetaxel, doxorubicin, dan cyclophosphamide )
    - GT ( gemcitabine dan paclitaxel )
    - Dll

    TERAPI HORMON

    Bertujuan untuk menekan produksi hormon estrogen yang amat diperlukan bagi perkembangan tumor.

    a.Obat tamoxifen:
    Cara kerjanya adalah menghambat aktivitas estrogen dalam tubuh. Tamoxifen dapat diberikan kepada wanita premenopause maupun postmenopause.

    b. Obat Aromatase Inhibitor (AI)
    Cara kerjanya adalah mencegah tubuh membuat estrogen. Dapat digunakan oleh wanita postmenopause setelah terapi tamoxifen ataupun sebagai pengganti terapi tamoxifen. Tidak terlalu efektif untuk wanita premenopause.

    TARGETED THERAPY

    a. Trastuzumab (Herceptin®)
    Adalah obat target terapi antibodi monoklonal yang diberikan melalui intravena infus. Terapi ini ditujukan pada protein pemelopor pertumbuhan, yang dikenal dengan nama HER2. Diperkirakan sekitar 20% pasien kanker payudara adalah HER2 positif. Kanker payudara HER2 positif ini cenderung tumbuh dan menyebar lebih agresif. Perlu dicermati bahwa pada kasus yang sangat jarang, Trastuzumab dapat menyebabkan masalah pada jantung. Risiko masalah jantung lebih tinggi bila trastuzumab diberikan dengan obat kemoterapi tertentu seperti doksorubisin (adriamisin) dan epirubicin (Ellence).

    b. Lapatinib (Tykerb):

    Adalah obat target terapi yang ditujukan pada protein HER2. Saat ini penggunaannya hanya diberikan pada kasus kanker payudara stadium lanjut, dan biasanya diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi capecitabine (Xeloda).

    c. Bevacizumab (Avastin ®)

    Adalah antibodi monoklonal yang dapat digunakan pada pasien kanker payudara yang sudah bermetastesis. Antibodi ini ditujukan untuk melawan protein yang membantu tumor membentuk pembuluh darah baru. Bevacizumab diberikan melalui intravena infus. Seringkali dikombinasikan dengan obat kemoterapi paclitaxel (Taxol).

    RADIOTERAPI

    Radioterapi biasanya diberikan setelah operasi pembedahan lokal dan dapat diberikan setelah mastektomi. Bagi wanita dengan risiko tinggi, dokter dapat menggunakan terapi radiasi setelah mastektomi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa di jaringan sebelah payudara, seperti dinding dada atau kelenjar getah bening di dekatnya.

    - Pencegahan Penyakit Kanker Payudara

    Bagi anda yang merasakan ada hal yang tampak berbeda pada payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter jangan sampai terlambat. Misalnya adanya pembesaran sebelah, adanya benjolan disekitar payudara, nyeri terus menerus pada puting susu dan sebagainya seperti pada keterangan tanda dan gejala payudara diatas.

    Tindakan lain yang bisa anda lakukan adalah Hindari kegemukan, Kurangi makan lemak, Usahakan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, Jangan terlalu banyak makan makanan yang diasinkan dan diasap, Olahraga secara teratur, dan Check-up payudara sejak usia 30 tahun secara teratur.
    »»  READMORE...

    Penyebab dan Gejala Kanker Payudara

    Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomor lima (5) setelah ; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.
    • Penyebab Kanker Payudara

    • Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan perbandingan 1 di antara 1000. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor kemungkinannya adalah :

      Usia, Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas.

      Genetik, Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara, maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun.

      Pemakaian obat-obatan, Misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon eksogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara.

      Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah; tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak.

      Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.

    • Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Payudara

    • Bagi anda yang merasakan adanya benjolan aneh disekitar jaringan payudara atau bahkan salah satu payudara tampak lebih besar, Sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter. Benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, mulai dari ukuran kecil yang kemudian menjadi besar dan teraba seperti melekat pada kulit. Beberapa kasus terjadi perubahan kulit payudara sekitar benjolan atau perubahan pada putingnya.

      Kanker Payudara

      Saat benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa sakit (nyeri) saat ditekan. Jika dirasakan nyeri pada payudara dan puting susu yang tidak kunjung hilang, sebaiknya segera memeriksakan diri kedokter. Puting susu yang mengkerut kedalam, yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi kecoklatan bahkan adanya oedema (bengkak) sekitar puting merupakan salah satu tanda kuat adanya kanker payudara. Hal lain adalah seringnya keluar cairan dari puting susu ketika tidak lagi menyusui bayi anda.

    • Diagnosa Penyakit Kanker Payudara

    • Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan cara pengambilan sample jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan (tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker).

    • Type Penyakit Kanker Payudara

    • Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :

      Tipe Kanker Payudara

      Kanker payudara non invasive,
      kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut 'ductal carcinoma in situ' (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.

      Kanker payudara invasive,
      kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah.


    Sources : www.infopenyakit.com
    http://kankerpayudara.wordpress.com/2007/12/30/pengobata-kanker-payudara/
    http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_4x_Targeted_Therapy_5.asp

    »»  READMORE...

    Cara Mencegah Kanker Payudara

    Pada prinsipnya, strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa:

    Pencegahan primer

    Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor resiko terkena kanker payudara ini [5]

    Pencegahan sekunder

    Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:

    • Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.
    • Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun.
    • Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.

    Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%.

    Pencegahan tertier

    Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.


    Dari Wikipedia bahasa Indonesia

    »»  READMORE...

    Cara Pengobatan Kanker Payudara

    Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi, 1994), yaitu:

    Mastektomi

    Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992):

    • Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.
    • Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
    • Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.

    Radiasi

    Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996). Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

    Kemoterapi

    Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.


    Dari Wikipedia bahasa Indonesia

    »»  READMORE...

    Faktor-faktor Penyebab Kanker Payudara

    Faktor risiko

    Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya:

    1. Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiationanatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis. perkembangan kanker payudara. Secara
    2. Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas[3].
    3. Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
    4. Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.
    5. Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.
    6. Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
    7. Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan genBRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun tertentu. Apabila terdapat

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia

    »»  READMORE...

    Gejala Klinis Kanker Payudara, Benjolan dan Erosi Puting Susu

    Gejala klinis kanker payudara dapat berupa:

    Benjolan pada payudara

    Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

    Erosi atau eksema puting susu

    Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-ciri lainnya antara lain:

    • Pendarahan pada puting susu.
    • Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.
    • Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990).

    Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:

    • terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
    • adanya nodul satelit pada kulit payudara;
    • kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
    • terdapat model parasternal;
    • terdapat nodul supraklavikula;
    • adanya edema lengan;
    • adanya metastase jauh;
    • serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia

    »»  READMORE...

    Klasifikasi Stadium Kanker Payudara Menurut WHO

    Berdasarkan WHO Histological Classification of breast tumor, kanker payudara diklasifikasikan sebagai berikut:

    1. Non-invasif karsinoma
      • Non-invasif duktal karsinoma
      • Lobular karsinoma in situ
    2. Invasif karsinoma
      • Invasif duktal karsinoma
        • Papilobular karsinoma
        • Solid-tubular karsinoma
        • Scirrhous karsinoma
        • Special types
        • Mucinous karsinoma
        • Medulare karsinoma
      • Invasif lobular karsinoma
        • Adenoid cystic karsinoma
        • karsinoma sel squamos
        • karsinoma sel spindel
        • Apocrin karsinoma
        • Karsinoma dengan metaplasia kartilago atau osseus metaplasia
        • Tubular karsinoma
        • Sekretori karsinoma
        • Lainnya
    3. Paget's Disease

    Stadium

    Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat lain. Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen , USG, dan bila memungkinkan dengan CT scan, scintigrafi, dll. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC (International Union Against Cancer dari World Health Organization)/AJCC (American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons).

    Pada sistem TNM

    TNM merupakan singkatan dari "T" yaitu tumor size atau ukuran tumor , "N" yaitu node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T, N, dan M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi, juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA). Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut:

    • T (tumor size), ukuran tumor:
      • T 0: tidak ditemukan tumor primer
      • T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
      • T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
      • T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm
      • T 4: ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya, dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
    • N (node), kelenjar getah bening regional (kgb):
      • N 0: tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak/aksilla
      • N 1: ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
      • N 2: ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
      • N 3: ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
    • M (metastasis), penyebaran jauh:
      • M x: metastasis jauh belum dapat dinilai
      • M 0: tidak terdapat metastasis jauh
      • M 1: terdapat metastasis jauh

    Setelah masing-masing faktor T, N, dan M didapatkan, ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan akan diperoleh stadium kanker sebagai berikut:

    • Stadium 0: T0 N0 M0
    • Stadium 1: T1 N0 M0
    • Stadium II A: T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0
    • Stadium II B: T2 N1 M0 / T3 N0 M0
    • Stadium III A: T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0
    • Stadium III B: T4 N0 M0/T4 N1 M0/T4 N2 M0
    • Stadium III C: Tiap T N3 M0
    • Stadium IV: Tiap T-Tiap N-M1

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia

    »»  READMORE...

    Cara Mencegah Kanker Payudara Pada Wanita

    Sebagai wanita sudahkah anda tahu cara mencegah dan menghindari kanker payudara? Memang penyakit ini tidak semua menyerang wanita, dan belum tentu anda menderita penyakit ini, namun bukan berarti anda tidak merasa perlu untuk mengetahui cara-cara mencegah kanker payudara, karena mengetahui cara cegah kanker payudara selain untuk pengetahuan, juga berguna untuk mencegah diri anda dan keluarga juga teman dari penyakit ini.

    Ini ada 13 Cara Mencegah Kanker Payudara:

    1. Kesadaran akan payudara itu sendiri
    Lebih dari 90% tumor payudara dideteksi oleh wanita itu sendiri. Perhatikan setiap perubahan pada payudara menjadi bagian penting perawatan k esehatan wanita. Saat ini, wanita disarankan untuk breast aware? Ini berarti wanita harus tahu seperti apa payudara mereka di depan cermin, dan rasakan saat mandi atau terlentang pada periode berbeda setiap bulan sehingga jika ada perubahan yang tidak normal dapat diketahui segera.

    2. Berikan ASI pada bayi
    Beberapa penelitin menunjukkan ada hubungan antara pemberian ASI dan menurunnya resiko berkembangnya kanker payudara meskipun belum ada kesepakatan yang jelas akan hal ini. Para peneliti mengklaim bahwa lebih muda dan lebih lama seorang ibu memberikan ASI pada bayinya adalah semakin baik. Hal ini didasari pada teori bahwa kanker payudara berkaitan dengan hormon estrogen. Pemberian ASI secara berkala akan mengurangi tingkat hormon tersebut.

    3. Jika menemukan gumpalan, segera ke dokter
    Penelitian menunjukkan banyak wanita menunda untuk ke dokter jika mereka menemukan gumpalan pada payudaranya, mereka takut memiliki kanker. Ini adalah hal terburuk yang mereka lakukan. Jika menemukan gumpalan, segera konsultasi ke dokter karena ini akan membantu menenangkan pikiran. Jika gumpalan tersebut adalah kanker, segera lakukan pengobatan yang tepat untuk menyelamatkan jiwa.

    4. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga
    Masih perlu banyak penelitian untuk memahami secara menyeluruh semua penyebab kanker payudara. Tetapi satu hal yang perlu untuk diyakini adalah faktor gen. Faktor ini setidaknya sebanyak 10% dari semua kasus kanker payudara. Hal ini dianggap satu dalam 500 orang membawa gen yang dapat membuat mereka diduga memiliki penyakit tersebut.

    5. Perhatikan konsumsi alkohol
    Dalam sejumlah penelitian, alkohol memiliki kaitan dengan kanker. Hal ini didasari pada kenyataan bahwa alkohol meningkatkan estrogen.

    6. Perhatikan berat badan
    Obesitas nampaknya dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Para peneliti menemukan wanita dengan berat 44 sampai 55 pound setelah umur 18 sebanyak 40% memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker dibanding mereka yang berubah-ubah hanya 4 atau 5 pound semasa remajanya.

    7. Olahraga secara teratur
    Beberapa penelitian menyarankan bahwa olahraga dapat menurunkan resiko kanker payudara. Hal ini karena penelitian menunjukkan bahwa semakin kurang berolahraga, semakin tinggi tingkat esrogen dalam tubuh.

    8. Kurangi makanan berlemak
    Ada banyak perdebatan tentang hubungan kanker payudara dengan diet. Tetapi ada bukti bahwa gaya hidup barat tertentu nampaknya dapat meningkatkan resiko penyakit. Pertahankan asupan makanan rendah lemak, tidak melebihi 30 gram lemak per hari. Hal ini akan membantu mempertahankan diet seimbang yang juga membantu menjaga berat badan. Kita menyimpan estrogen di lemak tubuh, jadi lebih sedikit lemak yang kita bawa, lebih baik.

    9. Setelah usia 50 tahun, lakukan screening payudara secara teratur
    Meskipun masih diperlukan banyak penelitian untuk menentukan penyebab kanker payudara, satu dari faktor utama penyebab adalah faktor usia. 80% kanker payudara terjadi pada wanita berumur diatas 50 tahun.

    10.Belajar relaks
    Banyak tercatat bahwa stres dapat menyebabkan semua jenis masalah kesehatan. Meskipun masih banyak perdebatan atas temuan ini, menurunkan tingkat stres akan menguntungkan untuk kesehatan secara menyeluruh, termasuk resiko kanker payudara.

    11. Masukkan brokoli ke dalam menu harian Anda.
    Kira-kira dalam sehari Anda hanya membutuhkan secangkir brokoli. Tahukah Anda, brokoli mengandung senyawa sulfuraphane yang secara ilmiah terbukti mengurangi risiko kanker.

    12. Jangan lupakan buah dan sayur dalam menu harian.
    Pilihlah sayuran berwarna hijau dan oranye. Makanlah tomat yang kaya dengan likopen. Konon likopen juga agen yang berfungsi memerangi kanker.

    13. Minumlah teh hijau yang kaya antioksidan.
    Disamping minum the hijau, kudaplah dark chocolate sesekali, karena secara ilmiah terbukti cokelat sebagai agen yang memerangi kanker. Namun ingat jangan cokelat manis, karena Anda tidak akan mendapat manfaatnya.

    Seperti anda telah baca diatas ternyata tidaklah mahal atau terlalu mahal untuk menyelamatkan diri anda dari penyakit kanker payudara ini, dengan cara hidup sehat serta konsumsi makanan yang sarat serat, dengan begini kita dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit mematikan ini. Juga jangan lupa dengan disiplin diri.


    Sumber: rumahabi.info

    »»  READMORE...

    Kanker Payudara Pada Wanita

    Kanker payudara merupakan jenis kanker yang membunuh banyak wanita. Kanker payudara memiliki jumlah penderita wanita terbanyak setelah kanker serviks. Kanker yang terjadi pada payudara wanita ini bisa mendatangkan kematian jika tidak dideteksi sejak dini. Bagaimana caranya?

    payudara

    Periksa Payudara

    Sebagai seorang wanita, Anda sebaiknya rutin memeriksa payudara Anda. Bagaimana caranya? Dengan melakukan periksa payudara sendiri. Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda lakukan.

    • Berdiri di depan cermin dengan posisi bahu lurus dan kedua tangan di pinggang. Perhatikan apakah ada perubaan fisik payudara Anda, misalnya perubahan bentuk, ukuran atau warna payudara.
    • Angkat kedua tangan ke atas dan perhatikan kembali apakah ada perubahan fisik payudara yang tampak.
    • Tekan puting payudara dan lihat apakah ada cairan yang keluar dari puting susu.
    • Berbaring dan raba payudara bagian kanan dengan tangan kiri dan sebagainya. Buat pola memutar dan rasakan apakah pada payudara terdapat benjolan dan lainnya.
    • Saat duduk atau berdiri coba pijat payudara untuk menemukan apakah ada benjolan yang mencurigakan. Raba daerah ketiak sampai perut untuk memeriksanya.
    • Lakukan pemeriksaan sendiri atau minta bantuan suami untuk membantu memeriksa payudara istri.

    Gerakan periksa payudara dapat dilakukan oleh pasangan hidup kepada istrinya. Atau para suami dapat mengingatkan istrinya agar melakukan pemeriksaan Sadari secara teratur. Peranan keluarga tentu dapat memudahkan terdeteksinya penyakit ini.

    Mencegah Kanker Payudara

    Gaya hidup yang baik dapat menunjang kesehatan sehingga mencegah kanker payudara. Seringlah makan makanan yang kaya akan serat, seperti roti gandum murni dan cereal. Jenis makanan ini dapat membantu menurunkan kadar prolaktin dan estrogen, kemungkinan dengan mengikatkan diri pada hormon-hormon ini lalu membuangnya ke luar tubuh. Pengaruh-pengaruh ini dapat menekan fase lanjut dari karsinogenesis (pembentukan kanker).

    Mengurangi makanan berlemak jenuh dapat menurunkan risiko. Misalnya dengan mengganti susu biasa dengan susu skim (tanpa lemak), mengurangi pemakaian mentega, memakan daging tak berlemak, dan menyingkirkan kulit ayam dapat menurunkan kadar lemak jenuh hingga taraf yang lebih aman.

    Makan sayur-sayuran yang kaya vitamin A, seperti wortel, labu siam, ubi jalar, dan sayur-sayuran berdaun hijau tua seperti bayam, kangkung dan sawi hijau, mungkin dapat membantu. Diperkirakan bahwa vitamin A mencegah pembentukan mutasi penyebab kanker. Dan sayur-sayuran seperti brokoli, kol Brussel, kembang kol, kol, dan daun bawang mengandung zat-zat kimia yang membentuk enzim-enzim pelindung.

    Sistem kekebalan tubuh, yang mengenali dan menghancurkan sel-sel yang abnormal, dapat diperkuat melalui makanan. Ia menyarankan memakan makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging tanpa lemak, sayuran berdaun hijau, kerang, dan buah serta sayuran yang kaya akan vitamin C. Buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C menurunkan risiko kanker payudara.

    Mengapa timbul kanker payudara? Lalu bagaimana menjaga payudara Anda tetap sehat? Dan bagaimana jika Anda terkena kanker payudara? Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut dan lengkap mengenai kanker payudara pada artikel kesehatan di situs ini.


    Sumber: kumpulaninformasi.wordpress.com

    »»  READMORE...

    Kanker Payudara Banyak Diderita Perempuan Muda

    Jumlah penderita kanker terus meningkat. Di antara kanker yang terus mengalami peningkatan jumlah penderitanya adalah penyakit kanker payudara dan penderitanya relatif berusia muda.

    Menurut Ketua Umum Annual Scientific Meeting (ASM) 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Prof Dr dr Teguh Aryandono SpB (K) Onk), jika tahun-tahun lalu penderita kanker payudara banyak berasal dari perempuan yang sudah menopaus atau tidak mengalami menstruasi lagi, kini tidak demikian.

    Ia mengungkapkan, terjadi kecenderungan penderita penyakit kanker payudara dialami oleh perempuan dalam usia relatif lebih muda, yaitu antara 30 sampai 45 tahun.

    "Kebanyakan di Indonesia penderitanya berumur kurang dari 50 tahun. Bahkan sering di bawah 45 atau 30 tahun. Ada satu atau dua orang berumur 20-an tahun," katanya di Yogyakarta, Senin (1/3).

    Di RSUP dr Sardjito Yogyakarta, ujarnya, setiap tahun ada 250 hingga 300 kasus baru kanker payudara.

    Peningkatan penderita dari golongan perempuan muda itu, katanya, bukan hanya terjadi di dalam negeri, melainkan juga di negara-negara Asia. "Hal itu terjadi akrena ada yang salah dengan lingkungan. Ini terkait perilaku hidup sehat. Ada hal-hal apa yang perlu dicegah untuk mengatur pola hidupnya yang lebih baik," jelasnya.

    Sumber: mediaindonesia.com
    »»  READMORE...

    Fakta tentang Penyakit Kanker Payudara

    TAHUKAH Anda? Payudara berukuran kecil ternyata dianggap lebih menarik di abad pertengahan. Atau, pernahkah Anda membayangkan menggunakan bola kaca, gading, dan tulang rawan lembu jantan sebagai implan untuk memperbesar payudara?

    Sebagai bagian tak terpisahkan dari anatomi tubuh perempuan, banyak fakta menarik seputar payudara yang masih jarang diketahui oleh umum. Nah, berikut ini beberapa di antaranya:
    15 Fakta Unik Seputar Payudara
    1. Berat rata-rata payudara yakni 500 gram, dan mengandung sekitar 4-5 persen total lemak tubuh.

    2. Sama seperti penis pada lelaki, payudara juga membengkak ketika terangsang.

    3. Ketika ereksi, puting susu perempuan bisa mencapai panjang sekitar 1 cm.

    4. Ukuran rata-rata payudara di Amerika Serikat (AS) saat ini adalah 36C. Sementara itu, 15 tahun yang lampau ukuran rata-ratanya adalah 34B.

    5. Payudara berukuran besar tidak menarik bagi manusia abad pertengahan. Pada masa itu, payudara berukuran kecil dan berjarak lebar dianggap lebih sempurna.

    6. Pada 2008, terdapat 307.230 operasi pembesaran payudara di AS. Prosedur tersebut menduduki peringkat pertama setelah operasi hidung (279.000) dan sedot lemak (245.000).

    7. Biaya yang dibutuhkan untuk operasi tersebut rata-rata sekitar US$3.700, dan itu baru untuk implan awal. Perempuan biasanya perlu melakukan operasi tambahan untuk memperbaiki keretakan, gelombang, dan kerutan pada payudara.

    8. Barangkali itu sebabnya sebanyak 20.967 perempuan memilih mengeluarkan implannya pada 2008. Lucunya, sebanyak 17.902 operasi pengangkatan jaringan payudara dilakukan oleh laki-laki.

    9. Hingga saat ini, para dokter bedah telah mencoba berbagai jenis implan yang akhirnya membawa bencana, mulai dari gading, bola kaca, karet, tulang rawan lembu jantan, poliester, serta injeksi silikon. Metode terakhir merupakan metode operasi yang populer di tahun 1960-an, dan menjadi penyebab sejumlah komplikasi kesehatan seperti granuloma dan kerusakan rupa.

    10. Sheyla Hershey dinobatkan sebagai pemilik impan payudara terbesar, dengan volume implan 10.000 cc.

    11. Bra sebagai pakaian dalam perempuan telah diciptakan sejak abad ke-7 SM. Akan tetapi, produksi besar-besaran baru dimulai pada 1930-an. Saat ini, industri bra mengeruk pendapataan sebesar US$16 miliar per tahun.

    12. Di beberapa tempat di dunia, perempuan yang enggan mengenakan bra dilegalkan tampil topless di Hawaii, Texas, Ohio, Maine, dan New York. Akan tetapi, mereka masih bisa terjerat hukum ketentraman publik. Sementara itu, perempuan yang tertangkap tampil topless di sepanjang pantai Dubai dijebloskan ke penjara selama enam bulan.

    13. Dibandingkan dengan susu sapi, payudara perempuan menghasilkan susu yang terasa lebih manis, lebih banyak vitamin E, zat besi, asam lemak esensial, serta lebih sedikit sodium.

    14. Sebanyak 5 persen bayi yang baru lahir mengeluarkan susu pada dua bulan pertama setelah dilahirkan. Fenomena ini disebut sebagai ''witch's milk'' dan dialami oleh kedua jender.

    15. Hindari merokok jika tidak ingin payudara Anda kendur. Zat-zat kimia yang terkandung di dalam rokok merusak elastin kulit sehingga membuat payudara 'turun'.

    Sumber: mediaindonesia.com
    »»  READMORE...

    Kegemuka/Obesitas dapat Menimbulkan Kanker Payudara

    POLA hidup sehat sangat memengaruhi risiko kanker payudara. Para ilmuwan menyatakan, sekitar 30 persen kasus kanker payudara (lebih dari 14.000 perempuan per tahun) bisa dihindari jika perempuan mengurangi porsi makan dan menambah aktivitas fisik sejak dini.

    Gaya hidup modern yang lekat dengan minum alkohol, kurang olahraga dan peningkatan angka obesitas, menurut paparan pakar, turut memicu perkembangan penyakit tersebut.
    Obesitas Picu Kanker Payudara
    "Manfaat screening sudah kita lihat. Sudah waktunya beralih ke hal lain," terang Carlo La Vecchia dari Milan University dalam European Breast Cancer Conference yang diselenggarakan di Barcelona, Kamis (25/3).

    Menurut keterangan La Vecchia, International Agency for Research on Cancer (IARC) memperkirakan bahwa 25 hingga 30 persen kasus bisa dihindari jika perempuan lebih kurus dan lebih banyak berolahraga.

    Tapi Robert Baan, seorang pakar dari IARC, meragukan apakah perempuan yang kelebihan berat badan bisa menurunkan risiko kanker dengan menurunkan berat badan jika kerusakan sudah terlanjur terjadi.

    Estrogen

    Sekitar satu dari lima perempuan Inggris masuk dalam kategori obesitas. Penelitian menunjukkan, mereka berisiko 50 persen lebih besar menderita kanker payudara dibandingkan perempuan yang lebih langsing.

    Apa pengaruhnya? Meskipun penyebab pasti belum diketahui, terang pakar, kemungkinan ada hubungannya dengan perubahan hormon seks. Penambahan berat badan, lanjut pakar, akan memicu perubahan kadar hormon seks. Perubahan ini selanjutnya memicu munculnya tumor yang bergantung pada estrogen.

    Selain obesitas, kebiasaan minum alkohol juga turut memengaruhi. Studi-studi menunjukkan, minum satu gelas besar anggur sehari meningkatkan risiko kanker hingga 20 persen. Hal ini, terang pakar, juga ada hubungannya dengan efek alkohol dalam meningkatkan kadar estrogen.

    "Ada bukti yang meyakinkan bahwa minum alkohol, tidak aktif secara fisik dan kelebihan lemak tubuh meningkatkan risiko kanker payudara," tegas Dr Rachel Thompson dari The World Cancer Research Fund.

    Sumber: mediaindonesia.com
    »»  READMORE...

    Wanita Kurus Lebih Berisiko Kanker Payudara

    ANAK perempuan kurus cenderung menderita kanker payudara di usia selanjutnya. Peneliti menemukan, perempuan yang kekurangan berat badan di usia tujuh tahun berisiko lebih besar menderita penyakit ini di usia tua dibandingkan perempuan dengan ukuran lebih besar.

    Peneliti dari Karolinska Institute di Stockholm mengungkap, perempuan yang sedikit kelebihan berat badan di usia muda berisiko lebih kecil mengalami tipe tumor agresif yang sangat sulit diatasi. Menurut peneliti, temuan ini, bisa merintis jalan untuk menggunakan foto di masa anak-anak sebagai salah satu cara dalam memperhitungkan risiko kanker payudara perempuan.
    Perempuan Kurus Berisiko Kanker Payudara
    Dalam studi yang dipublikasikan di The Breast Cancer Research journal, Kamis (15/4), ini, peneliti mempelajari 6.000 perempuan di Swedia. Lima puluh persen dari partisipan tersebut adalah pasien kanker payudara. Peneliti membagi partisipan ke dalam tiga kelompok berdasarkan kategori apakah badan mereka 'kurus', 'berukuran sedang' atau 'besar' saat berusia tujuh tahun. Partisipan menggunakan foto-foto dan memori mereka sebagai dasar.

    Peneliti menemukan, perempuan yang lebih besar di usia muda berisiko lebih kecil menderita kanker payudara saat memasuki masa menopause.

    Di sisi lain, penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa perempuan yang obesitas jauh lebih berisiko menderita kanker payudara. Selain itu, mereka juga bersiko 50 persen lebih besar meninggal akibat penyakit tersebut.

    Peneliti menyatakan belum tahu mengapa anak perempuan kurus lebih berisiko menderita kanker payudara. Tapi temuan ini, terang peneliti, mempunyai implikasi penting dalam menentukan risiko perempuan.

    "Temuan ini kelihatannya berlawanan, karena berat badan lahir besar dan indeks massa tubuh tinggi pada orang dewasa justru ditemukan meningkatkan risiko kanker payudara," terang pemimpin studi Jingmei Li, seperti dikutip situs dailymail.co.uk."Mekanisme perlindungan di balik badan kurus di masa anak-anak ini masih belum terjawab."

    Studi ini juga menemukan bahwa anak perempuan dengan badan yang lebih besar berisiko lebih kecil mengalami tumor estrogen reseptor negatif, salah satu bentuk penyakit yang paling mematikan.

    Kanker payudara merupakan bentuk kanker yang paling umum dijumpai pada perempuan. Berdasarkan perkiraan, terang Li, satu dari sembilan perempuan akan mendapatkan penyakit ini dalam rentang kehidupan mereka.


    Sumber: mediaindonesia.com
    »»  READMORE...

    Tips/Cara Menghindari Kanker Payudara

    KANKER payudara merupakan salah satu kanker yang paling umum diderita perempuan dan seringkali menimbulkan keresahan. Tidak perlu larut dalam cemas, ubahlah kecemasan Anda kedalam bentuk tindakan. Beberapa faktor risiko kanker payudara (seperti usia) tidak bisa dicegah, tetapi kebiasaan kunci berikut bisa menjauhkan Anda dari kanker, terlepas dari usia Anda.

    Tetap bergerak."Olahraga menurunkan kadar estrogen, yang dikaitkan dengan kanker payudara," tutur Debbie Saslow dari American Chemical Society/ACS, seperti dikutip situs prevention. Untuk mendapatkan hasil maksimal, cobalah melakukan aktivitas yang menggerakkan jantung selama 45-60 menit, hampir setiap hari dalam seminggu. Akan tetapi, olahraga sedang selama 30 menit, 5 hari seminggu juga tetap bermanfaat.
    Enam Kebiasaan Hindari Kanker Payudara
    Tidak ada kata terlambat untuk memulai aktivitas fisik. Sebuah studi yang dipublikasikan di British Medical Journal menunjukkan bahwa perempuan postmenopause mendapatkan manfaat olahraga yang lebih besar dibandingkan perempuan lain.

    Turunkan dan pertahankan berat badan sehat. Cobalah menurunkan berat badan untuk mencegah kanker. Setelah menopause, perempuan yang obesitas berisiko dua kali lebih besar menderita kanker payudara dibandingkan perempuan yang memiliki berat badan sehat. Selain itu mengalami penambahan berat badan juga memicu penyakit."Penambahan berat badan sebanyak 10 kilogram saja di usia dewasa turut meningkatkan risiko," terang Heather Spencer Feigelson, PhD, MPH dari ACS.

    Konsumsi vitamin D. Banyak studi yang menunjukkan bahwa vitamin ini bisa melawan kanker. Temuan baru-baru ini yang dipresentasikan pada pertemuan American Society of Clinical Oncologists menyebutkan bahwa pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D berisiko 94 persen lebih besar mengalami penyebaran kanker dibandingkan perempuan yang memiliki vitamin D dalam kadar cukup."Saya menganjurkan perempuan untuk mengonsumsi 800-1.000 internasional unit (IU) vitamin D sehari," terang Andrew Kaunitz, MD, seorang profesor di bidang obstetri dan ginekologi dari University of Florida College of Medicine-Jacksonville.

    Berhenti atau batasilah asupan alkohol. Data terbaru dari National Cancer Institute menyebutkan bahwa perempuan yang minum satu atau dua takar alkohol sehari berisiko 32 persen lebih besar menderita kanker payuadara. Selain itu, mereka yang mengonsumsi lebih banyak berisiko 51 persen lebih besar. Para pakar menganjurkan agar Anda minum alkohol tidak lebih dari satu gelas sehari.

    Perhatikan penggunaan terapi hormon. Menurut Women's Health Initiative, penggunaan hormon terapi (HT) dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Studi yang mereka lakukan menunjukkan bahwa peningkatan risiko tetap bertahan selama bertahun-tahun setelah penghentian penggunaan. Pastikan menggunakan hormon hanya saat gejala-gejala menopause tidak bisa dikontrol. Selain itu, batasi durasi terapi tidak lebih dari 5 tahun. Ada baiknya menggunakan alternatif lain, seperti SSRI antidepressants untuk mengatasi kilas panas (hot flushes) dan krim vagina dengan estrogen untuk mengatasi kekeringan jaringan genital.

    Lupakan pemeriksaan sendiri, tapi tingkatkan kesadaran diri. Setelah selama bertahun-tahun mendengar pentingnya melakukan pemeriksaan pribadi setiap bulan, mungkin Anda sedikit terkejut mendengar anjuran baru yang tidak mengharuskan pemeriksaan sendiri. Studi-studi telah menemukan bahwa cara tersebut tidak menyelamatkan hidup dan bisa meningkatkan kemungkinan biopsi yang sebenarnya tidak diperlukan. Tapi, banyak dokter yang enggan untuk menghilangkan pemeriksaan diri tersebut sepenuhnya."Sekitar 15 persen kanker payudara dideteksi oleh pasien itu sendiri," terang Eva Singletary, MD, dari M.D. Anderson. Karena itu, dokter tetap menganjurkan Anda untuk memperhatikan payudara.

    Sumber: mediaindonesia.com
    »»  READMORE...

    Kurangi Risiko Kanker Payudara dengan Obat Tulang

    OBAT pembangun tulang bisphosphonates, menurut temuan dua studi, bisa mengurangi risiko kanker payudara invasif hingga 30 persen.

    "Jika seorang perempuan mempertimbangkan penggunaan bisphosphonates untuk tulang, pengurangan risiko ini bisa menjadi manfaat potensial yang lain," tutur Dr Rowan T Chlebowski, seorang onkolog klinis dari Los Angeles Biomedical Research Institute. Chlebowski merupakan penulis salah satu dari dua studi mengenai topik ini yang dipublikasikan di Journal of Clinical Oncology.
    Obat Tulang Kurangi Risiko Kanker Payudara
    Chlebowski dan teman-temannya memeriksa hampir 155.000 perempuan yang berpartisipasi dalam studi Women Health Initiative (WHI). Peneliti mengevaluasi 2.816 perempuan yang menggunakan bisphosphonates oral di awal studi dan membandingkan partisipan tersebut dengan perempuan yang tidak menggunakan. Berdasarkan data studi, sekitar 90 persen perempuan pengguna obat pembangun tulang menggunakan alendronate (Fosamax).

    Setelah hampir delapan tahun masa follow-up, Chlebowski menemukan bahwa angka kejadian kanker payudara invasif pada pengguna obat pembangun tulang 32 persen lebih rendah.

    Dalam studi kedua yang dilakukan di Israel, peneliti memeriksa 4.039 perempuan postmenopause, termasuk beberapa yang menggunakan bisphosphonates dan beberapa yang tidak menggunakan. Partisipan yang menggunakan obat tersebut lebih dari setahun, berisiko 39 persen lebih rendah mengalami kanker payudara. Setelah menyesuaikan faktor lain, seperti usia dan sejarah keluarga, masih ada pengurangan risiko sebanyak 28 persen.

    Bagaimana cara kerja obat? Cara kerja pastinya, terang Chlebowski, masih belum jelas. Tapi menurut perkiraan Chlebowski, obat pembangun tulang tersebut menghambat pelepasan faktor yang mendorong pertumbuhan tumor atau menghambat pembentukan pembuluh darah dalam tumor.


    Sumber: mediaindonesia.com
    »»  READMORE...

    Minyak Zaitun Dapat Mencegah Kanker Payudara

    KONSUMSI minyak zaitun setiap hari bisa mencegah kanker payudara. Minyak Mediterania ini, menurut temuan penelitian terbaru, bekerja menghambat pertumbuhan tumor, menghancurkan sel-sel tumor dan mencegah kerusakan DNA yang berpotensi memicu kanker.

    Studi-studi sebelumnya telah menghubungkan diet kaya minyak zaitun dengan penurunan risiko berbagai jenis kanker. Dan dalam studi terbaru ini, peneliti dari Universitat Autonoma de Barcelona di Spanyol, mencari tahu alasan di balik hubungan tersebut.
    Minyak Zaitun Cegah Kanker Payudara
    Dalam percobaan yang dilakukan pada tikus, peneliti menunjukkan bahwa minyak zaitun menghambat sebuah gen yang mendorong pertumbuhan tumor payudara. Selain itu, minyak yang menjadi bahan dasar diet Mediterania ini juga mematikan protein yang diandalkan sel-sel kanker untuk bertahan hidup.

    Di samping itu, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Carcinogenesis ini, minyak zaitun juga melindungi DNA dari kerusakan yang bisa memicu kanker.

    Berapa jumlah asupan yang dianjurkan? Untuk mendapatkan manfaat perlindungan ini, peneliti Dr Eduard Escrich menganjurkan Anda mengonsumsi 50 ml atau 10 sendok teh minyak zaitun murni kualitas tinggi per hari."Penggunaan jangka panjang akan mendatangkan manfaat," terang Esrich, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Jumat (2/7).

    Diet Mediterania sebelumnya telah dinyatakan bisa melindungi dari berbagai jenis penyakit, termasuk kanker, penyakit jantung, kepikunan dan parkinson. Manfaat sehat ini berasal dari asupan buah, sayuran, ikan, kacang-kacangan, whole grain dan lemak sehat (seperti terkandung dalam minyak zaitun) yang tinggi dan konsumsi daging merah serta produk susu rendah.


    Sumber: mediaindonesia.com
    »»  READMORE...

    Kanker Payudara Stadium 1 Stadium 2 dan Stadium 3

    Apakah kanker payudara itu ?

    Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker payudara.

    Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

    Perkembangan kanker

    Stadium I (stadium dini)

    Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di laboratorium.

    Stadium II

    Tumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

    Stadium III

    Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin.

    Pencegahan awal

    Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan adanya benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan sendiri. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :

    • Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.
    • Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.
    • Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa lagi.
    • Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri.
    • Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna
    • Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan.

    Pengobatan lanjut

    Bila ditemukan adanya benjolan, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan mammografie. Mammografie adalah pemeriksaan payudara dengan alat rontgen dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit, dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani pemeriksaan mammografie adalah seminggu setelah selesai menstruasi. Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian antara 2 lembar alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah, kemudian dari kiri ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli radiologi. Sebuah benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada mammogram.

    Cara lainnya adalah dengan operasi kecil untuk mengambil contoh jaringan (biopsi) dari benjolan itu, kemudian diperiksa di bawah mikroskop laboratorium patologi anatomi. Bila diketahui dan dipastikan bahwa benjolan itu adalah kanker, maka payudara harus diangkat seluruhnya untuk menghindari penyebaran ke bagian tubuh yang lain.

    Siapakah yang harus menjalani pemeriksaan mammografie ?

    • Wanita yang berumur lebih dari 50 tahun.
    • Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang pernah menderita kanker payudara.
    • Wanita yang pernah menjalani pengangkatan salah satu payudaranya. Wanita dalam golongan ini harus berada dalam pengawasan yang ketat.
    • Wanita yang belum pernah melahirkan anak. Ternyata pada golongan ini sering dijumpai serangan kanker payudara.

    dari berbagai sumber

    »»  READMORE...

    Bentuk Fisik / Gambar Payudara

    Payudara terdapat dalam berbagai ukuran tergantung ras dan gen. Setiap payudara terdiri dari beberapa bagian dinamakan lobus, yang terbagi lagi dalam bagian-bagian yang lebih kecil dinamakan lobules. Namun payudara terutama terdiri dari jaringan dan lemak, yang menentukan besar kecilnya payudara tersebut. Selain itu terdapat pembuluh darah, pembuluh limfa dan syaraf.

    Lobulus ini adalah kelenjar yang menghasilkan susu pada ibu menyusui, yang diantarkan melalui saluran-saluran disebut ductus ke puting susu. Pada kanker payudara sel-sel menggandakan diri dengan cepat, membuat gumpalan dan akhirnya membentuk tumor. Kanker payudara paling umum adalah yang mulai di ductus lalu menyebar ke jaringan, dinamakan carcinoma ductus (95%). Bentuk lain adalah yang berawal di lobules dan menyebar ke jaringan sekelilingnya disebut carcinoma lobulus.


    Semua perempuan dapat menderita kanker payudara, apalagi memiliki factor risiko. Menurut Dr.Judith Reichman sembilan dari 10 perempuan penderita kanker payudara ternyata tidak mempunyai keluarga yang sakit. Diketahui beberapa cara untuk mendeteksi dini kanker payudara seperti tertera di bawah ini.
    Tulisan yang akan datang: Deteksi Kanker Payudara


    Sumber: Menurunkan Risiko Kanker Payudara (Sonja Roesma).

    »»  READMORE...

    Cara Menurunkan Risiko Kanker Payudara

    Kanker merupakan suatu penyakit yang sangat ditakuti oleh perempuan, demikian takutnya sehingga mereka sering menghindari tes pengenalan dini kanker, seperti pap smeer, mammogram dan sebagainya. Mereka memilih lebih tidak tahu daripada takut tahu, padahal kalau diketahui sejak dini, beberapa penyakit kanker dapat dicegah atau diatasi. Salah satu diantaranya yang dapat diturunkan risikonya adalah kanker payudara atau carcinoma mamma.

    Dengan meningkatnya usia harapan hidup perempuna, penyakit kanker payudara makin sering menyerang perempuan Indonesia, tetapi jumlah perempuan yang melakukan pemeriksaan dini tidaklah banyak dan tidaklah rutin. Masalahnya mungkin karena faktor tidak tahu, peralatannya tidak tersedia di domisilinya atau faktor psikologis dan faktor ekonomis.

    Faktor psikologis tersebut adalah seperti dikemukakan, tidak tahu, lebih baik tidak tahu, atau takut dioperasi. Tetapi setelah terkena, menyesal namun tidak sudi dioperasi, karena akan cacat sehingga dapat diceraikan suaminya atau menjadi alasan dimadu. Padahal logikanya adalah kalau ia meninggal akibat kanker ini, bagaimana dengan orang-orang yang ditinggalkannya, siapa yang akan mengasuh anak-anaknya?

    Apa yang menyebabkan kanker payudara? Berbagai cerita beredar tentang apa yang dapat menyebabkan kanker payudara ini, seperti terlalu banyak memakan terlalu banyak lemak, implant silicon untuk memperbesar payudara, tidak menyusui bayinya, menggunakan hormon, minum kopi, dan sebagainya, tetapi belum tentu semua isu ini benar.


    Di Amerika Serikat sekitar 180.000 perempuan didiagnosa menderita kanker payudara setahun yang merupakan pembunuh utama bagi perempuan berusia diantara 45 dan 55 tahun. Satu-satunya penyebab kematian karena kanker payudara adalah kanker paru-paru pada perempuan.

    Kanker merupakan salah satu ancaman kematian terbesar pula di Asia dengan jenis kanker payudara, kanker paru-paru dan rahum yang paling sering ditemukan. Seandainya kanker payudara ini berhasil dioperasi (diangkat payudara) akan menimbulkan masalah fisik, emosional dan psikologis sangat besar, karena kecacatan yang terjadi dengan feminitasnya. Disamping itu, seluruh keluarga akan terlibat secara emosional, teruatama pada awal diketahui diagnosanya, saat penderita masih ‘Shock’.
    »»  READMORE...