Bentuk Fisik / Gambar Payudara

Payudara terdapat dalam berbagai ukuran tergantung ras dan gen. Setiap payudara terdiri dari beberapa bagian dinamakan lobus, yang terbagi lagi dalam bagian-bagian yang lebih kecil dinamakan lobules. Namun payudara terutama terdiri dari jaringan dan lemak, yang menentukan besar kecilnya payudara tersebut. Selain itu terdapat pembuluh darah, pembuluh limfa dan syaraf.

Lobulus ini adalah kelenjar yang menghasilkan susu pada ibu menyusui, yang diantarkan melalui saluran-saluran disebut ductus ke puting susu. Pada kanker payudara sel-sel menggandakan diri dengan cepat, membuat gumpalan dan akhirnya membentuk tumor. Kanker payudara paling umum adalah yang mulai di ductus lalu menyebar ke jaringan, dinamakan carcinoma ductus (95%). Bentuk lain adalah yang berawal di lobules dan menyebar ke jaringan sekelilingnya disebut carcinoma lobulus.


Semua perempuan dapat menderita kanker payudara, apalagi memiliki factor risiko. Menurut Dr.Judith Reichman sembilan dari 10 perempuan penderita kanker payudara ternyata tidak mempunyai keluarga yang sakit. Diketahui beberapa cara untuk mendeteksi dini kanker payudara seperti tertera di bawah ini.
Tulisan yang akan datang: Deteksi Kanker Payudara


Sumber: Menurunkan Risiko Kanker Payudara (Sonja Roesma).

»»  READMORE...

Cara Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Kanker merupakan suatu penyakit yang sangat ditakuti oleh perempuan, demikian takutnya sehingga mereka sering menghindari tes pengenalan dini kanker, seperti pap smeer, mammogram dan sebagainya. Mereka memilih lebih tidak tahu daripada takut tahu, padahal kalau diketahui sejak dini, beberapa penyakit kanker dapat dicegah atau diatasi. Salah satu diantaranya yang dapat diturunkan risikonya adalah kanker payudara atau carcinoma mamma.

Dengan meningkatnya usia harapan hidup perempuna, penyakit kanker payudara makin sering menyerang perempuan Indonesia, tetapi jumlah perempuan yang melakukan pemeriksaan dini tidaklah banyak dan tidaklah rutin. Masalahnya mungkin karena faktor tidak tahu, peralatannya tidak tersedia di domisilinya atau faktor psikologis dan faktor ekonomis.

Faktor psikologis tersebut adalah seperti dikemukakan, tidak tahu, lebih baik tidak tahu, atau takut dioperasi. Tetapi setelah terkena, menyesal namun tidak sudi dioperasi, karena akan cacat sehingga dapat diceraikan suaminya atau menjadi alasan dimadu. Padahal logikanya adalah kalau ia meninggal akibat kanker ini, bagaimana dengan orang-orang yang ditinggalkannya, siapa yang akan mengasuh anak-anaknya?

Apa yang menyebabkan kanker payudara? Berbagai cerita beredar tentang apa yang dapat menyebabkan kanker payudara ini, seperti terlalu banyak memakan terlalu banyak lemak, implant silicon untuk memperbesar payudara, tidak menyusui bayinya, menggunakan hormon, minum kopi, dan sebagainya, tetapi belum tentu semua isu ini benar.


Di Amerika Serikat sekitar 180.000 perempuan didiagnosa menderita kanker payudara setahun yang merupakan pembunuh utama bagi perempuan berusia diantara 45 dan 55 tahun. Satu-satunya penyebab kematian karena kanker payudara adalah kanker paru-paru pada perempuan.

Kanker merupakan salah satu ancaman kematian terbesar pula di Asia dengan jenis kanker payudara, kanker paru-paru dan rahum yang paling sering ditemukan. Seandainya kanker payudara ini berhasil dioperasi (diangkat payudara) akan menimbulkan masalah fisik, emosional dan psikologis sangat besar, karena kecacatan yang terjadi dengan feminitasnya. Disamping itu, seluruh keluarga akan terlibat secara emosional, teruatama pada awal diketahui diagnosanya, saat penderita masih ‘Shock’.
»»  READMORE...

Cara Pengobatan Kanker Payudara

Kanker payudara diawali dengan benjolan kecil. Benjolan ini dapat diketahui secara dini, jika perempuan secara teratur memeriksakan dirinya sendiri. Benjolan ini diangkat/operasi maka yang bersangkutan akan terhindar dari kanker yang lebih ganas. Namun tidak semua perempuan mau melaksanakan operasi ini, apalagi ”radical mastectomy” (payudara diangkat) dengan berbagai alasan terutama kecacatan dan hubungan suami isteri, sehingga pendapat suami sangat menentukan.

Jika kanker sudah pada stadium 3 dan 4, maka operasi tidak akan menolong karena sudah terjadi metastase, sehingga hanya dilakukan radiasi/penyinaran dan kemoterapi. Semua orang yang mengetahui atau melihat akibat penyinaran dan kemoterapi akan takut, seperti rontok rambut, mual dan nafsu makan hilang, nyeri yang sangat, perasaan letih yang sangat, kadang-kadang kulit tempat penyinaran menghitam, dan sebagainya. Entah mana yang lebih menakutkan mendapat kanker atau pengobatannya, sehingga banyak yang lebih memilih pengobatan alternatif.

Namun seperti yang telah dikemukakan di atas, penelitian terhadap penyakit khusus perempuan telah banyak dilakukan oleh ahli dokter perempuan. Salah seorang adalah Dr Kimberly Blackwell, onkologis dari Duke University yang menemukan “chemotherapy”, dikemas dalam lapisan lemak berbentuk tetesan yang sangat toksik (beracun). Tetesan ini baru akan menetes pada suhu tinggi yaitu 39 derajat Celcius, suatu suhu yang lebih tinggi dari suhu badan yang biasanya 36,1 derajat Celcius (pagi) dan 37,2 derajat Celcius (siang).

Dengan memanasi payudara, maka dokter dapat mengeluarkan tetesan beracun tersebut terbatas pada tumor saja tanpa merusak sel-sel tubuh lainnya. Pasien hanya perlu menelungkup dan memasukkan payudaranya ke dalam mangkuk yang berisi air panas bersuhu 39 derajat celcius. Para pasien menyukai bentuk pengobatan ini dan member nama tersendiri pada terapi ini, yaitu “Boobie Jacuzzi”.

Pada awal tahun 2004 telah dapat dipastikan suatu tes yang membantu dokter untuk menentukan apakah penderita kanker payudara hanya memerlukan estrogen-receptor blocker, tamoxifen atau perlu ditambah dengan kemoterapi. Tes yang berasal dari Genomic Health Inc, Redwood City, California, menganalisa sampel jaringan tumor terhadap 21 gen inti, kemudian menampilkan data dalam skor 1 sampai 100. Makin tinggi skornya, makin sulit penderita sembuh hanya dengan tamoxifen. Tes ini merupakan tes pertama dalam menentukan prognosa kanker.

Dalam sejarah penyakit kanker, tamoxifen merupakan obat terbaik sampai saat ini, yang menurunkan kambuhnya kanker payudara sekitar 50%, tetapi bagi kebanyakan perempuan hanya berlaku selama 5 tahun. Baru-baru ini beberapa penelitian yang cukup luas, menunjukkan bahwa kambuhnya kanker payudara ini dapat diturunkan lagi dengan 30-50%, apabila penggunaan tamoxifen deselang seling dengan salah satu inhibitor aromatase yaitu Femara, Aromasin atau Arimidex. Dengan menggunakan aromatase para onkologis di Inggris memperkirakan akan sangat menurunkan angka kematian.

Penelitian terakhir yang masih berupa “pilot study”, di MD Anderson Cancer Center di Houston dan rumah sakit umum Victoria di British Columbia adalah menguapkan tumor tanpa operasi menakutkan, yang mengakibatkan kecacatan tubuh. Para dokter telah menggunakan gelombang frekuensi radio untuk “meniadakan” tumor kecil pada perempuan tua.

Suatu “radioprobe” dimasukkan ke payudara yang mencari lokasi dengan bantuan “ultrasound”. Jika listriknya dihidupkan, gelombang radio akan memanasi tumor sampai proteinnya rusak, dimana sel-sel mati ini kemudian akan diabsorbsi badan. Ini merupakan harapan baru bagi perempuan, yang mudah-mudahan suatu waktu juga menolong perempuan di Indonesia.

Di Australia, dimana banyak ditemukan ular yang sangat berbisa, sedang dilakukan penelitian lanjutan oleh Anthony Woods cs dari University of South Australia. Mereka telah menemukan, bahwa unsur tertentu dari bisa ular, jika diberikan dengan dosis sangat rendah menghambat perkembangan sel tumor ganas, tanpa merusak sel sehat.

Sumber: ykpjabar.org
»»  READMORE...

Kanker Payudara di Indonesia

Kanker payudara paling sering dialami wanita di Indonesia, setelah kanker mulut rahim. Di Indonesia, setiap tahun ada 100 wanita dari 100.000 penduduk yang terkena kanker payudara. Hal itu dijelaskan Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, ahli penyakit dalam RSCM dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan PT Roche Indonesia, baru-baru ini.

Kalau melihat data WHO, lanjut Dr. Zubairi,ada sekitar 1,2 Juta wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara, di tahun 2004 lalu.
"Di Amerika sendiri, diperkirakan sekitar 215.990 wanita didiagnosis menderita kanker payudara invasif (stadium I-IV) dan 59.390 lainnya didiagnosis dengan kanker payudara tingkat dini," kata Dr. Zubairi.

Sementara itu, pada pria, kanker payudara juga mungkin saja hinggap, walaupun jumlah kasusnya sangat kecil, yaitu sekitar 1450 pada tahun 2004 lalu. Terapi Kanker Payudara. Bagaimanapun, kanker payudara harus mendapatkan perawatan dan pengbatan yang serius karena tingginya resiko terhadap para penderitanya. Pengobatan kanker payudara ini biasanya memang memanfaatkan beberapa kombinasi terapi, yaitu misalnya dengan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, antibodi monoklonal dan terapi hormonal.

"Kalau terapi primer adalah dengan pembedahan dan operasi untuk mengangkat tumor, terutama pada stadium awal. Lalu baru disusul dengan kemoterapi.Kalau stadiumnya sudah lanjut, sebenarnya kemoterapilah yang lebih berperan," tegas Dr Zubairi. Kadang Masih Kambuh. Ahli penyakit dalam ini menambahkan, meski seluruh tumor yang ada di payudara sudah diangkat, tidak berarti penderitanya bisa sembuh total. dalam beberapa kasus selalu ada saja sisa sel kanker yang tertinggal dan tidak terdeteksi, sehingga akhirnya menimbulkan kekambuhan. Sebab itu, sangat penting dilakukan terapi ajuvan, yaitu menggunakan radioterapi, kemoterapi dan terapi hormonal."

Kemoterapi itu sebenarnya lebih sebagai upaya menghentikan sel kanker dengan menggunakan obat-obatan. kemoterapi sistematik ini diberikan menggunakan suntikan ke dalam pembuluh darah balik, infus atau diminum sehingga bisa mencapai sel kanker di seluruh tubuh," ujar Dr Zubairi.

Diakuinya, banyak pasien takut menjalani kemoterapi karena khawatir banyaknya efek samping seperti mual, muntah, rambut rontok dan penurunan drastis jumlah sel darah sehingga mudah terjadi infeksi.

"Efek samping ini terjadi karena obat kemoterapi selain berefek pada sel kanker juga berefek pada sel-sel normal lainnya yang punya sifat mirip sel kanker, yaitu kecepatan pembelahannya tinggi, seperti sel-sel darah, rambut dan sel yang melapisi saluran pencernaan," demikian Dr Zubairi Djoerban. (Lily Bertha Kartika)


ykpjabar.org

»»  READMORE...

Deteksi Secara Dini Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan salah satu kanker berbahaya yang sudah banyak menimbulkan korban. Di Indonesia kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim yang paling banyak menyerang wanita Indonesia. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan penyadaran diri untuk pemeriksaan payudara lebih awal. Dikatakan, kalau 85% benjolan di payudara ditemukan oleh wanita sendiri. Informasi lebih banyak bisa dilihat di website Pita Pink milik Yayasan Kanker Payudara Jakarta.

Di US, salah satu lembaga yang serius menangani ini adalah Rethink Breast Cancer yang banyak melakukan kampanye penyadaran, pendidikan, dan penelitian terhadap program-program yang relevan dengan kanker payudara. Salah satu bentuk edukasinya adalah melalui website Check Out My Breast, yang berisi video interaktif tentang cara mendeteksi awal kemungkinan terjadinya kanker payudara. Videonya memang menayangkan wanita muda bertelanjang dada, tapi apa yang diinformasikan sangat edukatif. Untuk yang tertarik mengunjungi website-nya, bersiap-siaplah untuk menunggu lama, karena videonya berukuran 8 MB.

Check Out My Breast

Video interaktif ini merupakan awal dari kampanye Fashion Targets Friday, dimana Rethink Breast Cancer mengajak pria dan wanita untuk mendukung penyadaran bahaya kanker payudara, dengan memakai t-shirt bergambar target merah. Rencananya, kampanye memakai t-shirt rama-ramai ini akan diselenggarakan tanggal 26 Mei di seluruh Kanada.

»»  READMORE...

Kanker Payudara Stadium 3

Lina Rosiana, 30th. Kanker payudara stadium 3 adalah stadium medical record yang pernah disandangnya. Kanker itu awalnya sebesar biji jagung tahun 2005 atau dua minggu setelah pernikahannya. Menurut dokter, itu hanyalah cairan. Setelah disedot, benjolan itu mengempis. Tapi beberapa saat kemudian, benjolan membesar kembali dan bertambah parah sampai pada puncaknya Desember 2006. Diagnosa dokter menyatakan bahwa kanker ganas itu sangat berbeda dan cukup ganas. Hampir dua tahun, hanya berbaring lemah tidak bisa berjalan. Kalau duduk, ia merasa sakit sekali.


Kondisi fisiknya semakin kurus karena makanan kurang dapat dicerna, Kalau dipaksa akan muntah. Saat menghitung hari, dan diperkenalkan dengan Tahitian Noni Juice, selang dua minggu, dengan menghabiskan tiga botol Tahitian Noni Juice, Allah memberikan kemajuan yang menggembirakan, kekuatan fisiknya membaik. Nafsu makan pulih kembali. Ia bersemangat untuk melawan penyakit ini. Terakhir, stadiumnya menurun. Ia bersyukur atas karunia nya.


warungnoni.com
»»  READMORE...

Kanker Payudara Stadium 4 Dapat Disembuhkan

Sumber : http://www.propbiyang.net/stoppress.html


Silaturahmi dan Buka Bersama Leader dan Member PT MNI bersama Masyarakat Depok dan sekitarnya, telah berlangsung dengan meriah, Minggu 21 September 2008 pukul 14.00 - 18.00 di Hotel Bumi Wiyata, Jl. Margonda Raya, Depok.
Yang paling menarik sebetulnya, pada acara itu adalah kesaksian khasiat MELIA PROPOLIS untuk penyembuhan KANKER. Kesaksian pertama dari Ibu Euis Sofyan, penderita kanker payudara stadium IV yang membaik dan mengering setelah mengonsumsi 10 paket Melia Propolis dalam waktu 4 jam. Klip kesaksian Ibu Euis dapat dilihat di: http://www.youtube.com/watch?v=QhOURT1kKS4

Kesaksian kedua dari Ibu Hj. Aan Harun yang berhasil menyembuhkan cucunya dari gejala kanker darah. Klip kesaksian Ibu Hj. Aan dapat dilihat di:
http://www.youtube.com/watch?v=iVNN2eint2s



Ibu Euis & Suami (Haji Sofyan)



Kanker Ibu Euis 3 minggu setelah pecah (belum mengonsumsi Melia Propolis)



Setelah Mengonsumsi 7-8 paket (3 bulan)



Perawatan Intensif: dibersihkan dengan alkohol setiap jam



Setelah mengonsumsi 7-8 paket (3 bulan)



Luka Kanker mulai Mengering (mengkonsumsi 10 paket - 4 bulan)



Bengkak di ketiak mengempis

Gambar-gambar itu menunjukkan perkembangan yang sangat berarti.

Mengonsumsi 10 paket Melia Propolis (Rp 5,500,000) selama 4 bulan telah semakin membuat Ibu Euis percaya diri dan memompa semangat beliau untuk sembuh. Ketegaran dan semangat (keinginan) untuk sembuh dan dukungan moril dari suami dan keluarga Ibu Euis sungguh sangat mendukung.

Pada akhirnya Ibu Euis menyimpulkan bahwa untuk dapat mengatasi penyakit ganas ini beliau berpegang pada:
  • Menerima penyakit apa adanya dan berusaha hidup normal dengan penyakitnya,
  • Percaya penuh (tanpa keraguan) kepada pemberi informasi tentang Propolis,
  • Menjalani terapi dengan teliti dan disiplin.
»»  READMORE...

Perjuangan Sahabat Menghadapi Kanker Stadium 4


1-Juli-2009 pukul 11:28:21 sewaktu istirahat makan siang, Blackberry saya bunyi sms dan seperti biasa saya buka karena kalau sms biasanya pesan yang harus segera dibalas dan isinya sangat membuat saya kaget sekali……

Hari ini telah wafat istri tercinta rekan kita dodie prof angk 92. Mohon doa rekan semua.
Berita ini cukup mengagetkan saya dan keluarga, walapun sudah sejak lama kami mempersiapkan kejadian ini namun tetap saja membuat kami shock.

Pikiran saya melayang beberapa bulan kebelakang, waktu itu saya sekeluarga berkunjung ke rumah Dodie sekeluarga di kawasan Tangerang, sempet nyasar karena informasi yang kurang jelas dan akhirnya saya bisa nyampai juga ke rumahnya Dodie atas berkat petunjuk lewat telpon dan dijemput di pintu gang oleh almarhum Susi yang waktu itu ramai diberitakan di milist teman-teman sedang kondisi sakit parah banget.

»»  READMORE...

Waspadai Resiko Kanker Payudara Pada Pria

Kanker payudara tidak hanya menyerang wanita, Anda pasti sudah mengetahuinya. Sayangnya, pria kurang mengenali gejala klinis penyakit ini, sehingga kanker yang diidap telanjur menyebar atau memasuki stadium lanjut.

Gejala klinis kanker payudara pada pria menyerupai gejala yang dialami wanita dan berasal dari kelenjar susu. Bedanya, pria jarang terkena penyakit ini sebelum berumur 50 tahun. Umumnya hal ini banyak dialami pria pada usia lanjut. Oleh karena itu, setelah berusia 50 tahun, pria disarankan mewaspadai benjolan padat dan keras di belakang puting susunya.

Gejala

Benjolan. Gejala ini sama seperti kanker payudara yang dialami wanita, mulanya cuma benjolan. Tetapi karena jaringan payudara pria lebih sedikit dibandingkan wanita, kemunculan benjolan di payudara yang masih sangat kecil pun mestinya sudah teraba. Umumnya benjolah hanya dialami di satu payudara, dan bila diraba terasa keras, menggerenjil.

Perubahan pada puting. Bila stadium kanker sudah lanjut, ada perubahan pada puting dan daerah hitam di sekitar puting. Kulit putingnya bertambah merah, mengerut, tertarik ke dalam, atau bisa jadi puting mengeluarkan cairan.

Pemicu dan Penyebab

Genetis. Seorang pria berisiko mengidap penyakit ini jika ada kerabatnya, baik pria atau wanita, yang pernah terkena kanker payudara. Ayah dengan mutasi gen kanker payudara juga bisa mewariskan kanker tersebut kepada anak perempuannya.

Gaya hidup buruk. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga meningkatkan risiko kanker.

Penyakit hati. Metabolisme hati (perlemakan hati) menyebabkan metabolisme hormonal terganggu dan memicu pembesaran kelenjar susu di payudara yang ganas. Pembesaran kelenjar susu pada pria bisa disebabkan komplikasi penyakit lever, ada kelainan hormon atau kromosom.

Kelebihan hormon seks perempuan. Pria yang mengidap kelebihan estrogen untuk waktu lama bukan mustahil mendadak bisa punya payudara. Semakin tinggi kadar estrogen dalam darah, semakin besar ukuran payudaranya. Contohnya terapi estrogen pada pria yang operasi ganti kelamin, misalnya.

Pendeteksian

Melakukan SADARI. Anjuran untuk mendeteksi dini kanker payudara dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) tidak hanya berlaku untuk wanita tapi juga untuk pria. Pria harus merasa lebih beruntung karena mereka akan lebih mudah mendeteksi benjolan di sekitar payudara.

Mamografi (rontgen khusus untuk payudara). Pada mamografi digunakan sinar x dosis rendah untuk menemukan daerah yang abnormal pada payudara.

Ultrasonografi / USG (memotret alat tubuh bagian dalam). USG digunakan untuk membedakan kista (kantung berisi cairan) dengan benjolan padat.

Pengobatan

Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi penderita yaitu sekitar 1 minggu setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya termasuk kelenjar getah bening.

Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembang biak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Hasil pengobatan tergantung pada stadium atau tingkatan kanker pada waktu pengobatan dilakukan.

jawaban.com

»»  READMORE...

Kanker Payudara Pada Pria atau Laki-laki

Kanker payudara pada pria adalah penyakit yang langka. Kurang dari 1% kanker payudara terjadi pada pria. Mungkin akan terlintas dalam pikiran kita : Pria tidak mempunyai payudara, bagaimana mereka bisa terkena kanker payudara? Yang benar adalah bahwa remaja laki-laki dan perempuan, pria dan wanita semua mempunyai jaringan payudara. Berbagai macam hormone pada wanita/gadis menstimulasi jaringan pada payudara sedemikian rupa sehingga membentuk payudara penuh. Sedangkan pada tubuh pria secara normal tidak ada stimulasi hormone pada payudara. Akibatnya jaringan payudaranya tetap kecil dan rata. Ada juga, sering kita lihat pria / anak laki-laki dengan ukuran payudara besar. Biasanya itu hanya karena gemuk. Tapi kadang ada beberapa pria jaringan kelenjar payudaranya tumbuh, itu disebabkan karena mereka menggunakan beberapa obat, pecandu alcohol, pengguna marijuana atau mempunyai tingkat hormone yang tidak normal.

Karena kanker payudara pada pria sangat jarang, beberapa kasus saat ini sedang dipelajari. Tapi apabila kasus-kasus itu dikumpulkan maka akan didapat hasil sebagai berikut , Tanda-tanda yang harus diwaspadai :

  1. Terasa benjolan di payudara
  2. Puting terasa sakit
  3. Puting berubah bentuk ( biasanya menekuk kedalam )
  4. Keluar cairan dari putting ( bisa bening atau darah )
  5. Nyeri pada puting atau areola ( area yang berwarna gelap didaerah puting )
  6. Pembesaran kelenjar getah bening dibawah lengan ( ketiak )

Perlu diingat bahwa pembesaran kedua payudara pada pria biasanya bukan kanker. Keadaan ini dalam kedokteran disebut gynecomastia.

Suatu studi tentang kanker payudara pada pria menemukan bahwa waktu yang diperlukan antara tanda-tanda awal hingga diagnose membutuhkan waktu 19 bulan, atau bisa lebih dari satu tahun. Ini mungkin disebabkan karena orang tidak menyangka / mengharap kanker payudara terjadi pada pria, sehingga sangat jarang yang terdeteksi dini. Jadi, seperti yang terjadi pada wanita juga, apabila terjadi perubahan yang mencolok pada payudaranya, pria juga sebaiknya segera ke dokter. Karena semakin cepat terdeteksi maka kemungkinan sembuh lebih besar.Sangat perlu dimengerti, factor resiko kanker payudara pada pria, terutama karena pria tidak mengadakan screening/pemeriksaan secara rutin untuk tujuan mengetahui ada/ tidaknya kanker pada payudaranya. Hal ini karena tidak terpikir bahwa ini bisa terjadi. Akibatnya kanker payudara pada pria biasanya pada deteksi awal kebanyakan sudah mencapai stadium lanjut.

Dibawah ini adalah factor-faktor yang bisan menaikkan resiko pria terkena kanker payudara :

1. Usia,
Seperti juga pada wanita, usia bertambah resiko juga bertambah. Usia rata-rata pria yang didiagnose terkena kanker payudara adalah 67 tahun. Itu berarti bahwa separoh pria yang didiagnose terkena kanker payudara adalah berusia diatas 67 tahun. Dan setengahnya lagi dibawah usia itu.

2. Kadar Estrogen yang tinggi,
Sel payudara tumbuh, baik yang normal ataupun abnormal, itu distimulasi oleh adanya hormone estrogen. Pria bisa mempunyai level estrogen yang tinggi karena beberapa hal :

  • Menggunakan obat-obat hormonal
  • Terlalu gemuk, sehingga meningkatkan produksi hormone estrogen
  • Terexpose estrogen dari lingkungan ( misalnya berasal dari estrogen atau hormone lain yang digunakan untuk menggemukkan ternak sapi, campuran / turunan dari produk pestisida, yang menyerupai efek estrogen dalam tubuh )
  • Pecandu alcohol, yang dapat mengurangi fungsi lever dalam mengatur kadar estrogen dalam darah.
  • Mempunyai penyakit lever, yang biasanya mengakibatkan pada kadar endrogen ( hormone laki-laki ) yang rendah, sebaliknya kadar estrogen ( hormone wanita ) tinggi. Ini juga menaikkan resiko terjadi gynecomastia dan kanker payudara.

3. Klinefelter Syndrome
Mempunyai kadar hormone endrogen yang rendah dan kadar estrogen tinggi. Sehingga mempunyai resiko mendapatkan penyakit gynecomastia dan kanker payudara. Klinefelter syndrome adalah: kondisi yang terjadi saat lahir ( terjadinya,1 berbanding 1000 pria ). Normalnya laki-laki mempunyai kromosom X dan Y. Tapi, pria dengan syndrome ini mempunyai lebih dari satu kromosom X ( kadang empat ). Tanda-tanda syndrome ini adalah : Mempunyai kaki lebih panjang, suara tinggi, jenggot yang tipis dibandingkan rata-rata pria, mempunyai testis kecil daripada ukuran normal dan infertile ( tidak bisa memproduksi sperma )

4.
Mempunyai riwayat keluarga yang banyak menderita kanker payudara atau perubahan genetic
Riwayat keluarga dapat menaikkan resiko terkena kanker payudara, terutama apabila didalam keluarga ada pria yang terkena kanker payudara. Juga apabila terbukti adanya gen abnormal kanker payudara didalam riwayat keluarga. Pria yang mewarisi gen abnormal BRCA1 dan BRCA2 resiko terkena kanker payudara meningkat. Tapi bisa juga terjadi pada pria yang tidak mempunyai riwayat keluarga terkena kanker payudara dan tidak mewarisi gen abnormal tersebut.

5. Terpapar radiasi
Memperoleh terapi radiasi didada sebelum usia 30 tahun, khususnya semasa remaja, meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Ini terlihat pada remaja-remaja pria yang memperoleh radiasi untuk pengobatan penyakit Hodgkin. ( Disini tidak termasuk terapi radiasi untuk pengobata kanker payudara ).

Untuk masalah diagnose dan pengobatan sama dengan kanker payudara pada wanita.


Sumber: kankerpayudara.wordpress.com

»»  READMORE...